Mulai Gratis
Mulai Gratis

Botol airnya jadi gemuk

💡 Cerita ini —
Botol air yang tadinya ramping dan disimpan di dalam freezer menjadi gemuk dalam semalam. Mengapa bisa begitu?
Didi menemukan tiga wujud air (es·air·uap air) dan rahasia mengapa benda membesar saat membeku di dalam WAGZAK JUMP.
Ikuti juga perjalanan air yang berputar-putar dari laut ke awan, hujan, dan sungai bersama Didi.

Kenapa botol air yang tadinya kurus jadi gemuk?

Didi terkejut saat mendapati dirinya memegang botol es yang gemuk.

Airnya sudah dibekukan, kenapa jadi gemuk?

Kemarin malam, aku memasukkan botol plastik yang setengah kosong ke dalam freezer. Pagi ini, saat aku membuka pintunya untuk mengambilnya, botol airku jadi gemuk. Apa ini! Kenapa begini?!

Didi memegang pintu freezer dan mengintip ke dalam

Jelas kemarin saat dimasukkan masih ramping, tapi setelah bangun tidur, botolnya jadi cembung seperti perut yang membuncit. Saat kusentuh, esnya penuh banget jadi nggak bisa digerakkan sama sekali.

Aku kira itu ulah kentut. Tapi kentutnya juga nggak tahu. Nenek bilang, "Coba pikirin kenapa bisa gitu," terus pergi masak sup. Tapi sekeras apa pun aku mikir, aku nggak tahu kenapa bisa gitu. Aku cek di WAGZAK JUMP, dan ternyata ada yang judulnya "Rahasia Air yang Bisa Berubah Bentuk". Aduh, ini dia!


Di tengah kamarku, hujan berubah menjadi salju

AR Green Island dengan 3 karakter dan hujan

Ting! Di tengah kamarku, sebuah pulau kecil mengapung. Poppo dan teman-temannya berdiri di atas rumput, dan hujan turun deras dari langit. Benar-benar di dalam kamarku!!

"Apa bedanya hujan dan salju?"

Pemandangan Pulau Es Ajaib Popo

Poppo mengangkat tangannya lalu menurunkan suhu. Begitu saja, hujan berubah menjadi salju dengan suara desir. Rumput menjadi putih dan kolam membeku. Katanya, inilah rahasia air yang pertama.

Air itu ahli berubah wujud. Katanya bisa berubah menjadi tiga bentuk: es, air, dan uap.


Es menjadi air, air menjadi uap

AR 3Pointer di depan perubahan status

Karena penasaran, aku terus menonton, dan ternyata ada es yang mengapung, di sampingnya ada gelas air yang mengapung, dan di sebelahnya lagi ada teko yang mengeluarkan uap putih. Ketiganya adalah air. Air yang sama, tapi suhunya berbeda.

Eksperimen gelas kimia luar ruangan di pulau es
Percobaan pemanasan dalam gelas kimia 600 mL di dalam ruangan

Purum memasukkan es ke dalam gelas kimia dan mulai memanaskannya perlahan. Begitu mencapai 0 derajat, es meleleh perlahan menjadi air, dan begitu mencapai 100 derajat, air mendidih dan uap putih mulai mengepul. Hehehe, benar-benar sama persis dengan teko di rumah kita!

3Grafik suhu perubahan status

Padat → Cair → Gas

Es yang mencair menjadi air disebut "peleburan", air yang mendidih menjadi uap air disebut "penguapan". Uap air yang mendingin dan kembali menjadi air disebut "kondensasi". Namanya memang terdengar sulit, tapi karena aplikasi ini menampilkan setiap tetesan air kecil satu per satu, jadi langsung mudah dimengerti.

Di sini aku benar-benar kaget. Butiran air di dalam es saling berpegangan tangan dan membangun rumah berbentuk heksagonal. Katanya, rumah itu memakan ruang lebih luas daripada saat masih berupa air. Jadi, saat air membeku menjadi es, ukurannya malah membesar. Saat mencair menjadi air, mereka melepaskan pegangan dan menggumpal, sedangkan saat mendidih menjadi uap air, mereka menyebar ke segala arah!


Kata orang, air bisa memotong batu?

Tapi yang benar-benar mengejutkanku adalah ini.

Adegan perkenalan eksperimen pemotongan batu di laboratorium

Dia menunjukkan batu besar, lalu bilang bisa memotong batu dengan es!!

"Orang-orang zaman dulu memotong batu dengan air."

Batu?! Batu besar?! Hanya dengan air?!

Lab Pepaya menuangkan air ke atas batu

Popo membuat lubang di batu dan menuangkan air ke dalamnya. Lalu setelah menunggu dan menunggu, air membeku dan batu itu retak! Es ternyata lebih kuat dari batu. Astaga, air yang membeku jadi lebih kuat.

Aduh! Jadi ini sebabnya botol airku jadi gemuk!!

Saat air membeku, ukurannya membesar, sehingga mendorong keluar dari dalam botol yang tertutup rapat. Jika batu pun bisa terbelah seperti itu, tentu saja botol PET-ku bukanlah masalah besar. Bukan botol PET-ku yang membesar, melainkan es yang mendorong botol PET dari dalam.


Air katanya berkeliling-keliling

Siklus Air AR Pegunungan-Awan-Laut

Kali ini gunung, laut, dan awan semuanya masuk ke kamarku. Begitu matahari terbit, air laut melayang ke udara, lalu berubah menjadi awan. Awan itu mengalir ke gunung, dan saat mendingin, berubah menjadi tetesan hujan yang jatuh.

Air yang kembali ke lautan sebagai hasil dari siklus air

Lalu air hujan itu menjadi sungai dan kembali ke laut. Lalu naik lagi. Turun lagi. Naik lagi. Katanya inilah perjalanan air.

Didi menelusuri tetesan air hujan di jendela dengan ujung jarinya

Kebetulan di luar sedang turun hujan sedikit. Aku menempelkan telapak tanganku di kaca dan memilih satu tetes hujan, lalu mengikuti jejaknya dengan ujung jari secara perlahan. Dari mana asal tetes hujan ini? Mungkinkah ia naik dari laut dan melakukan perjalanan sampai ke sini?

Hehe, laut datang ke jendelaku.


Uap dari teko kembali menjadi tetesan air

Ketel dan layar kuis
Didi mengamati tetesan air dari uap ketel di ujung jarinya

Di dapur, teko yang sedang merebus sup mendidih dengan riuh. Saat aku hendak mendekat, Nenek berkata, "Panas, lihat dari jauh!" sambil mendorongku mundur selangkah. Katanya kalau uapnya menyentuh, benar-benar bisa membakar. Jadi, aku menempel erat di samping Nenek, berjarak satu lengan dari teko, lalu menatapnya dengan hati-hati.

Uap putih mengepul ke atas, lalu saat menyentuh bagian bawah lemari yang dingin, tetesan-tetesan kecil air pun terbentuk. Air yang ada di dalam teko itu, terbang ke udara, lalu kembali menjadi air. Tepat di depan mataku. Kalau pakai istilah yang aku pelajari dari aplikasi, ini namanya kondensasi.

Ternyata, tetesan air yang terbentuk di luar gelas saat aku menuang jus dingin ke dalam gelas kaca juga karena hal ini. Uap air yang tak terlihat di udara, begitu menyentuh gelas yang dingin, berubah kembali menjadi air. Uap air memang tak terlihat, tapi selalu ada di sekitar kita. Aku baru tahu hari ini.


Kali ini aku mau mencobanya langsung bersama Banggu

Didi memasukkan botol plastik ke dalam freezer dengan bangus

Jadi aku bilang ke Banggu, "Hei, kita coba juga!" Harus pakai botol plastik! Botol kaca bisa pecah kalau esnya mendorongnya, jadi berbahaya. Aku isi botol plastik baru dengan air sekitar 70% saja. Kalau diisi penuh, katanya esnya bisa tumbuh sampai menembus tutupnya. Makanya 70%!

Banggu berdiri di samping sambil memegang balon erat-erat dan mengamati. “Ini beneran bakal membesar?” Hmm, Banggu yang ragu. Aku bilang, “Lihat aja besok pagi.”

Sebenarnya aku yang lebih penasaran. Ini pertama kalinya aku melihat es tumbuh dengan mata kepalaku sendiri.


Es ini, mungkin dulu adalah laut

Pemandangan hangat seorang wanita tua yang menyodorkan segelas air es kepada Anda

Nenek memberi aku gelas berisi potongan es, dan es itu mengapung sambil berbunyi gemerincing.

"Nenek, es ini mungkin dulu adalah laut."

Nenek tertawa sambil berkata, "Apa-apaan ini, nak." Saat tertawa, kerutan di sudut bibir nenek mengerut lalu mengendur. Aku menggigit sepotong es di mulutku, melelehkannya perlahan sambil bersandar di samping nenek. Di dalam cangkir, sepotong es lain berbunyi gemerincing.

Mahkota saya terpantul berkilau di es di dalam gelas. Wajah Nenek juga, sedikit miring ke satu sisi, terpantul bersamanya.

Hal terbaik hari ini adalah, aku dan Nenek berdua berbagi cerita bahwa es ini dulunya pasti adalah laut.


100+
Konten 3D
30
Bahasa yang didukung
ZERO
Belajar tanpa iklan


▶ Layar AR WAGZAK JUMP yang sebenarnya

Bertemu langsung dengan Didi melalui AR

WAGZAK JUMP layar AR dunia nyata 1WAGZAK JUMP layar AR dunia nyata 2WAGZAK JUMP layar AR nyata 3Layar AR nyata WAGZAK JUMP 4WAGZAK melompat layar ar nyata 5WAGZAK JUMP Layar AR Nyata 6WAGZAK JUMP Layar AR Nyata 7WAGZAK JUMP Layar AR Nyata 8WAGZAK JUMP Layar AR Nyata 9WAGZAK melompat layar ar nyata 10

← Geser ke samping

Kekuatan yang tersembunyi di dalam es, mau lihat langsung dengan mata kepala sendiri?

WAGZAK JUMP — Terjunlah ke dalam dunia

WAGZAK JUMP QR Code

Pindai dengan kamera ponsel Anda


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q. Mulai usia berapa WAGZAK JUMP bisa dimainkan?

Aplikasi ini dirancang untuk anak usia 4-12 tahun (terutama siswa SD). Pelajaran tentang perubahan wujud air setara dengan tingkat kelas 3-4 SD.

Q. Apakah eksperimen membekukan botol PET bisa dilakukan oleh anak sendiri?

Harus menggunakan botol plastik PET. Botol kaca bisa pecah karena tekanan es, jadi berbahaya. Isi airnya hanya sekitar 70%. Jika diisi penuh, es yang membeku dapat membuat botol mengembang atau mendorong tutupnya keluar. Setelah dikeluarkan, disarankan untuk meletakkannya di atas piring karena air dapat bocor saat mencair. Pengamatan uap pada teko harus dilakukan bersama orang tua, dan lihatlah dari jarak setidaknya satu lengan dari teko — tangan yang menyentuh uap dapat terbakar.

Q. Bahasa apa saja yang didukung?

Kami mendukung 30 bahasa, termasuk bahasa Korea. Anda dapat beralih ke bahasa lain untuk pelajaran yang sama.


Nanti saya akan membagikan cerita menarik lainnya tentang pelajaran. Dari Didi.

Bagaimana artikel ini?

Ketuk sekali untuk bereaksi. Ketuk lagi untuk membatalkan.

Kenalan dengan keluarga WAGZAK

0/5 terkumpul

  • didi — terkunci
  • ppuri — terkunci
  • banggu — terkunci
  • halme — terkunci
  • bobo — terkunci

WAGZAK JUMP

Ubah rasa ingin tahu jadi bermain

Temui lagi pertanyaan ini lewat 3D, AR, dan karakter WAGZAK.

Tanpa iklan · batal kapan saja · dirancang guru

Artikel yang direkomendasikan